- Back to Home »
- Hobi »
- Ciri Khas Ayam Serama
Posted by : Unknown
Kamis, 13 Juni 2013
Bagi orang yang akan memulai memelihara ayam serama, mungkin sulit membedakan antara ayam Serama dengan ayam kate(pendek atau kecil dalam bahasa indonesia). Kedua jenis ayam ini memiliki badan yang sama-sama kecil. Kalau kita perhatikan lebih seksama maka kita akan dapat membedakan kedua ayam ini. Disini Penulis akan memberikan ciri-ciri ayam serama agar jangan salah membeli. Ayam Serama memiliki badan yang mungil sekali, beratnya tidak sampai 500 gram atau setengah kilo, tinggi ayam serama kurang lebih hanya sejengkal tangan orang dewasa, kakinya pendek. Pialnya berbentuk tunggal atau single berwarna merah darah tunggal dan si Jantan memiliki pial yang lebih besar daripada yang betina. Jenggernya juga mengantung dua dibawah, pada gelambir telinganya terkadang ada warna putih. Ayam Serama tegak dan kadang-kadang badannya seperti tegak lurus karena jarak antara leher dan ekor sangat sempit. Ekornya melengkung seperti halnya ayam pada umumnya, namun ada juga sedikit yang tegak keatas. Ekor yang baik untuk ayam serama adalah yang melengkung. Sayapnya menjuntai kebawah dan hampir menyentuh tanah, sayapnya menutup sebagian kaki. Dada serama membusung dan kadang tegak, bahkan pada anakan ayam Serama dadanya sudah tegak. Penampilan dan gaya ayam serama ini mirip dengan orang yang sombong atau orang yang lagi punya uang yakni, membusungkan dada sambil petentang-petenteng. Kalau jalan ayam ini nampak sombong. Kepalanya seperti tertarik ke belakang, bentuk leher seperti huruf S. Bulu ayam Serama beraneka warna seperti putih, hitam, merah, jalak, wido, blorok dan lain-lain. Warna yang jarang dijumpai adalah serama hitam. Warna ayam serama akan menentukan keindahan dari ayam tersebut.
Asal Usul Ayam Serama:
Serama merupakan mahluk hasil kreatifitas Wee Yean Een seorang “penghulu ayam” dari Negeri Jiran. Pada tahun 1971 ia menyilangkan ayam Kapan alias kate kaki panjang dengan ras ayam Modern Game Bantam.
Ayam kapan ia pilih lantaran memiliki sayap menjuntai lurus ke bawah. Sedangkan Modern Game Bantam memiliki postur badan tegap, leher panjang dan tertarik ke belakang menyerupai huruf S. Pada tahun 1973 Wee Yean Een menyilangkan keturunan pertama hasil perkawina antar ayam kapan dan Modern Game Bantam dengan jenis ayam sutera (Silkie Bantams). Perkawinan tersebut akhirnya melahirkan ayam sutera berpostur badan kecil.
Wee Yean Een nampaknya masih tidak puas dengan hasil persilangan tersebut. Penghulu ayam itu lalu menjodohkan keturunan ke dua tersebut dengan kate jepang. Ayam ini punya warna bulu indah serta bentuk ekor berdiri tegak. Pada tahun 1988 mak comblang ayam itu akhirnya berhasil mencetak ayam kate dengan bobot kurang dari 500 gr.
Wee Yean Een lantas memberi nama “Serama” kepada ayam berbadan mikro itu. Julukan tersebut ia berikan lantaran ayam hasil kreasinya itu memiliki gaya dan penampilan gagah layaknya Sri Rama tokoh pewayangan dalam kisah Ramayana. Lidah Wee Yean Een menyebut Sri Rama berubah menjadi berlafal serama.
Ayam serama dipublikasikan pada tahun 1990 melalui kontes pertama yang diselenggarakan di Perlis. Dalam perlombaan Wee Yean Een tampil sebagai salah satu juri. Selain di Malaysia kontes ayam serama juga banyak digelar di Thailand. Di Indonesia Serama mulai dipertandingkan pada tahun 2004 di Ancol, Jakarta. Penggemar ayam serama berkumpul dalam sebuah wadah bernaman Persatuan Pelestari Ayam Serama Indonesia (P2ASI).
Tentang Ayam serama:
-Hasil kawin silangan dari berbagai jenis ayam.
-Serama namanya berasal dari Sri Rama dan pada awalnya hewan-hewan ini dipelihara hanya di kalangan istana sendiri.
-Ayam ini dapat hidup sampai 15 tahun
-Berat badan ideal ayam ini adalah 400 gram atau 0,4 kilogram.
-Sebuah hewan peliharaan yang jinak dan lucu.
-Ciri sifat yang baik adalah ekornya yang indah, sayap tegak lurus ke bawah dada.
-Memiliki tanda-tanda bunga seperti berjalan mundur ke belakang.
Meskipun berperawakan kerdil, burung-burung ini tidak pernah tidak aman. Dia senang dengan gaya dan tidak ragu berkokok dengan lantangnya walau suaranya kadang membuat pendengarnya menjadi tertawa. Serama diklaim sebagai ras ayam terkecil di dunia. Kate adalah asumsi bahwa jenis terkecil dari ayam tampaknya usang dan tidak berlaku lagi. Sekarang ada serama. Ras ayam terkecil di dunia. Semakin kecil ukuran tubuh, semakin baik kualitasnya. Serama berat tidak lebih dari 500 gram. Meskipun bertubuh cebol, ia bukan ayam murahan. Serama berkualitas bisa dibawa jika Anda bisa meminangnya dengan uang sebesar Rp 25 juta - Rp 30 juta. Serama berkualitas ditentukan oleh berat ringan, bentuk leher menyerupai huruf S, jauh lebih tertarik terhadap bagian belakang kepala, sayap menggantung ke bawah tegak lurus, dan pedang panjang ekor dan berdiri tegak. Karakteristik fisik seperti membuat tampilan ayam serama seperti tegap berbaris tentara. Beda dengan kate, terlihat berjalan jika serama kepala (mendekati) ekor, bukan sebaliknya. Idealnya dada kedepan membengkak. jika tubuh pun tidak terlihat profesional. (tidak terkesan cebol). Perbandingan akan sulit untuk menjelaskan.
PENILAIAN AYAM SERAMA :
-Jenis - Ciri utama ialah kepala melunjur ke belakang, bahagian belakang pendek, kepak menegak dan ekor panjang, penuh dan apabila berkembang, tidak menyentuh balung. Kedudukan tengah mata sama dengan kedudukan tengah kaki ketika berdiri.
-Perwatakan - Kelihatan gagah, berani dan yakin. Lagak suka menonjol seperti berkokok dan suka berdiri.
-Ekor - Saiz besar, menegak dan tinggi. Bulu pelepah ekor utama panjang, melentik di penghujung dan berkembang seperti bentuk V. Lawi (ayam jantan) menegak 90 darjah dan sedikit melentik ke belakang di penghujung.
-Kepak - Ketika berdiri, kepak ayam dalam posisi menegak tetapi sedikit menghala ke belakang. Hujung kepak bersentuhan sedikit dengan lantai.
-Badan - Tegap dan bulat. Dada ayam lebih luas dari bahagian belakang apabila dilihat dari atas. Dari tepi, badan berbentuk V. Belakang ayam pendek dan lebar di bahagian bahu.
-Kaki - Tidak begitu rapat dan selari. Panjang sederhana dan seimbang dengan saiz kepak. Paha berotot dan sederhana panjang. Taji di bahagian tengah betis, keras, kecil dan menghala ke belakang kaki.

